Friday, September 15, 2006

Ziarah dan Tempat-Tempat Ziarah

Kebiasaan masyarakat Betawi dengan ziarah ke makam-makam orang yang dianggap membawa karomah seperti makam para wali, dan para kyai-kyai besar entah yang ada di sekitar Jakarta maupun yang ada di Pulau Jawa, bahkan jika perlu hingga melintasi pulau sekalipun merupakan sesuatu hal yang sudah lumrah.

Bahkan tidak jarang, di setiap kelompok pengajian ibu-ibu maupun bapak-bapak yang sudah menyisihkan uang mingguannya yang dikumpulkan untuk tujuan ziarah tersebut yang biasanya “ditebok” setiap bulan Sya’ban atau bulan bulan Maulid.

Biasanya acara ini dipimpin oleh para ustadz atau ustadzah yang memimpin pengajian tersebut. Acaranya pun bisa hanya untuk satu harian misalnya untuk tempat yang masih berada di sekitar kota Jakarta atau bahkan bisa sampai memerlukan berhari-hari hingga perlu adanya tempat menginap.

Saya mencoba menelusuri jejak tempat-tempat ziarah yang berada baik di Jakarta maupun di luar Jakarta yang biasa dikunjungi oleh masyarakat Betawi ini. Sebagian merupakan pengalaman yang pernah saya alami sebagian lagi merupakan pengamatan saya dan hasil Tanya jawab saya kepada beberapa guru dan ulama yang biasa melakukan acara rutin tahunan ini.

Beberapa tempat ziarah yang ada di Jakarta bisa dikategorikan sebagai tempat baru, karena memang orang yang diziarahinya tergolong belum lama meninggalnya, bisa juga sudah tergolong tua karena memang dia telah lama meninggal. Untuk itu saya mencoba membaginya ke dalam dua kategori lama dan baru serta menurut wilayahnya.

Tempat ziarah yang biasa dikunjungi yang tergolong makam tua, antara lain ;

01) Makam Habib Husein Al-Idrus di Luar Batang - Jakarta,
02) Makam Habib Ali Al-Habsyi di Kwitang – Jakarta,
03) Makam Habib Habib Kuncung di Kalibata – Jakarta,
04) Makam Habib Abdullah Abdurrahman Al-Qudsi di Kampung Bandan - Jakarta
05) Makam Pangeran Wijaya Kesuma di Tubagus Angke - Jakarta
06) Makam Pangeran Jayakarta di Senen – Jakarta,
07) Makam Habib Agil di Pedurenan – Jakarta,
08) Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon – Jawa Barat,
09) Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu – Jawa Barat,
10) Mesjid Demak di Demak, tempat pertemuan walisongo
11) Makam Sultan Hasanuddin di Banten – Jawa Barat,
12) Makam Sunan Kudus di Jawa Tengah,
13) Makam Sunan Muria di Gunung Muria,
14) Makam Sunan Bonang,
15) Makam Sunan Giri
16) Makam Sunan Drajat,
17) Makam Sunan Gersik di Jawa Timur,
18) Makam Kyai Kholil di Sumenep – Madura,
19) Makam Syekh Yusuf di Karang Asem – Bali,
20) Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Jawa Timur,
21) Makam Syekh Abdul Muhyi di Pamijahan – Jawa Barat,
22) Makam Syekh Mansyur di Cikaduen – Jawa Barat,
23) Tempat Pemandian Batu Qur’an – Jawa Barat,


Tempat ziarah yang biasa dikunjungi yang tergolong makam baru, antara lain ;

01) Makam Habib Umar Al-Atos di Cijantung
02) Makam Habib Salim bin Ahmad bin Jindan di Cijantung
03) Makam Habib Usman bin Yahya,
04) Makam Habib Abdullah bin Umar di Tanjakan Empang Bogor – Jawa Barat,
05) Makam Habib Soleh bin Muksin (Soleh Tanggul) – Jawa Timur,
Mungkin masih banyak tempat ziarah yang saya lupa untuk menginventarisasikannya, namun setidak-tidaknya hal inilah yang bisa mewakili tempat-tempat orang berziarah bagi masyarakat Betawi umumnya.
Wassalam,

1 Comments:

Anonymous peluang usaha said...

Kalo boleh ane menambahkan Makam Syeikh Quro-Kerawang (Jawa Barat). Beliau adalah salah satu penyebar agama islam pertama di pulau jawa. Beliau juga pernah menjadi guru dari ibunda sunan gunung jati cirebon.

10:08 AM  

Post a Comment

<< Home